SELAMAT DATANG
Rintik-rintik asmara menjamah mesra
pada seraut wajah nan hiba
dalam keterpaksaan mempamer senyum
dan lemah longlai tangan melambai.
Si gadis menyeru dalam lebat tangisnya
"Tinggalkan saja aku dengan luka yang kau tarah!"
Si teruna tidak berpaling lagi
Melambung langkah bersama noda sejarah.
....dan sekaki payung tidak lagi bermakna
tatkala terlepas dari genggaman
terbiar ia basah di jalanan
terus hanyut dibawa deras arus banjir airmata.
kesuma hati sedang membuai rindu
sambil menyanyi-nyanyi lagu
di laman asmaraku.
Wahai perawan engkaulah pujaan
jiwa yang sering terpanah
oleh manis-manisnya senyuman
di fikiran mengundang gundah.
Aku melutut merayu
marilah duduk di sampingku
bersama-sama kita berdua
mengikat janji setia.
Dan esok hari kan kubawa pergi
berlari-lari menuju ke syurgawi
agar kasih ini akan abadi.
mataku tidak pernah berhenti
mendiruskan jernih air tanpa silu
bagaimana tidak, sedangkan
Izrail berdiri tegak di belakangku.
Sempat kukira sekelumit iman tanpa perbuatan
yang selama ini kusisihkan
jauh dari kalbu zakiahku,
Sungguh,
tidak tergambar siksaanMu.
Hanya kini doa saja termampu
agar Ya Rabb limpahkan kesabaran,
keasyikan meniti titian kematian.
Peluh mula menerbit di dahiku
dan setitis dingin mengalir ke seluruh wajah
aku mengerti saat itu kian tiba...
"Aku bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah, dan
Aku bersaksi Nabi Muhamad itu pesuruh Allah"
Inilah noktah kerinduanku terhadapMu ya Allah,
semoga ini dinamakan Husnul Khatimah.
Tabir Khaizuran
UPM Serdang
sumber imej : di blog ini.
Terima kasih imamdesa.blogspot.com
Izinkanlah diriku mengupas kata
kala dunia di hujung masa
agar menjadi kenang-kenangan
waktu kita bersama, sua berdua
agar kau tahu tiadanya indah
terjalin antara kita.
Usah dikira pelangi yang kulukis
pada langit angan saat edan
kerana ianya sekadar luahan
hatiku yang terguris,
terhiris menjadi keping-keping
dan tak mungkin ingin kau simpan.
Dan pujian yang kau berikan
hanyalah sekadar pisau tajam
yang menikam-nikam ilham
sehingga aku pun terkulai di persisiran
ruang yang kau ciptakan.
Maka aku ingin mengundur diri
kerana diri tidak mampu lagi bereksperisi.
Kupohon maaf sebelum menginjak kaki
esok lusa akan kulukis lagi pelangi
tapi mungkin bukan di sini.
Selamat Tinggal...
Tabir Khaizuran
UPM Serdang,KOSASS
2009

Tak terucap kata-kata
saat turun salji pertama
hanya mampu kuukir
sekuntum senyum pada bibir.
Kulihat dikau menari-nari
mendepang tanganmu menikmati
betapa indahnya kurniaan Ilahi
membiarkan ikal rambutmu terliputi
putih salji.
Cahaya di wajahmu
memutikkan bunga cinta
terkuntum berseri kelopak rindu
di taman nuraniku.
Dan kekasih salji pertama
kan kupotret di kamar hidupku.


